Langsung ke konten utama

Tamparan ganti rugi

Suatu hari Nasrudin sedang berjalan-jalan di pasar. Tiba-tiba ada orang yang menamparnya dari belakang.

Ia terkejut dan menoleh ke belakang. Orang itu pun terkejut dan segera minta maaf.

"Maaf tuan, aku kira anda teman saya" kata orang itu. Tapi Nasrudin tak terima, ia melaporkan ke pengadilan.

Di pengadilan orang tersebut dimenangkan oleh hakim. Ternyata, orang tersebut adalah teman karib si hakim.

Tak terima, Nasrudin pun marah pada hakim. Si hakim akhirnya menyuruh orang tersebut pulang mengambil uang ganti rugi sebesar 10 dirham.

Namun, orang itu tidak kembali. Karena ternyata itu adalah tipu daya hakim, agar orang itu bisa kabur.

Nasrudin berdiri dan menampar hakim, kemudian berkata : "tunggu di sini, aku akan pulang mengambil ganti rugi"

Hakim tak bisa bicara apa-apa lagi.

(Kisah Nasrudin Hoja)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tempat Timur Lenk di Akhirat

Timur Lenk meneruskan perbincangan dengan Nasrudin soal kekuasaannya. "Nasrudin! Menurutmu, di manakah tempatku di akhirat, menurut kepercayaanmu ? Apakah aku ditempatkan bersama orang-orang yang mulia atau yang hina ?" Bukan Nasrudin kalau ia tak dapat menjawab pertanyaan 'semudah' ini. "Raja penakluk seperti Anda," jawab Nasrudin, "Insya Allah akan ditempatkan bersama raja-raja dan tokoh-tokoh yang telah menghiasi sejarah." Timur Lenk benar-benar puas dan gembira. "Betulkah itu, Nasrudin ?" "Tentu," kata Nasrudin dengan mantap. "Saya yakin Anda akan ditempatkan bersama Fir'aun dari Mesir, raja Namrudz dari Babilon, kaisar Nero dari Romawi, dan juga Jenghis Khan." Entah mengapa, Timur Lenk masih juga gembira mendengar jawaban itu.