Langsung ke konten utama

Ayam yang berpikir

Nasrudin pergi ke pasar dan melihat seorang penjual burung yang menjual seekor burungnya seharga 20 dirham.

Nasrudir berpikir, burung sekecil itu laku dengan harga mahal. Pasti ayamnya yang lebih besar bisa laku lebih mahal.

Ia pun pulang, mengambil ayamnya. Tapi ayam besarnya hanya ditawar 3 dirham saja.

Nasrudin mencoba menawarkan lebih dari 5 dirham, tapi hingga sore tidak laku juga.

Ia pun marah dan berteriak di pasar : "bagaimana bisa ayam ku yang lebih besar cuma ditawar 3 dirham, sementara burung kecil tadi laku 20 dirham."

Seseorang menjawab : "tentu saja burung beo tadi pintar berbicara, sedang ayam mu tidak bisa apa-apa"

(Kisah Nasrudin Hoja)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tempat Timur Lenk di Akhirat

Timur Lenk meneruskan perbincangan dengan Nasrudin soal kekuasaannya. "Nasrudin! Menurutmu, di manakah tempatku di akhirat, menurut kepercayaanmu ? Apakah aku ditempatkan bersama orang-orang yang mulia atau yang hina ?" Bukan Nasrudin kalau ia tak dapat menjawab pertanyaan 'semudah' ini. "Raja penakluk seperti Anda," jawab Nasrudin, "Insya Allah akan ditempatkan bersama raja-raja dan tokoh-tokoh yang telah menghiasi sejarah." Timur Lenk benar-benar puas dan gembira. "Betulkah itu, Nasrudin ?" "Tentu," kata Nasrudin dengan mantap. "Saya yakin Anda akan ditempatkan bersama Fir'aun dari Mesir, raja Namrudz dari Babilon, kaisar Nero dari Romawi, dan juga Jenghis Khan." Entah mengapa, Timur Lenk masih juga gembira mendengar jawaban itu.