Nasrudin pergi ke pasar dan melihat seorang penjual burung yang menjual seekor burungnya seharga 20 dirham.
Nasrudir berpikir, burung sekecil itu laku dengan harga mahal. Pasti ayamnya yang lebih besar bisa laku lebih mahal.
Ia pun pulang, mengambil ayamnya. Tapi ayam besarnya hanya ditawar 3 dirham saja.
Nasrudin mencoba menawarkan lebih dari 5 dirham, tapi hingga sore tidak laku juga.
Ia pun marah dan berteriak di pasar : "bagaimana bisa ayam ku yang lebih besar cuma ditawar 3 dirham, sementara burung kecil tadi laku 20 dirham."
Seseorang menjawab : "tentu saja burung beo tadi pintar berbicara, sedang ayam mu tidak bisa apa-apa"
(Kisah Nasrudin Hoja)
Komentar
Posting Komentar